Rabu, 26 Maret 2014

Catatan "ku"

Catatan "ku"

9 Juni 2012 pukul 15:50

Masalalu .... ya.. hari ini akan menjadi masalalu untuk hariku esok . Ntah hari ini aku akan tersenyum bahagia atau menangis , berfikir semuanya hanya akan menjadi masalalu aku ingin menikmati hari ini apapun yang terjadi kata orang bijak sih " hadapi semua dengan senyuman " yaa walaupun sulit aku berusah untuk begitu .
dan trbukti hari ini adalah hari esok yang ku cemaskan kemarin. sudah terpetk memori tentang moziak kalbu dalam perjalanan hidupku , dan tanpa sadar menaplitas astar-astarku yang di goreskan sang waktu dalam episode bwenama masalalu.

dalam masalalu tentunya banyak sekali kenangan bersama keluarga , sahabat ,teman orang yang kita sayang ... yang mungkin masih menjadi masa saat ini.. hahahaha lucunya yah masalalu ko masa saat i ni !!? masalalu ya masalalu masa yang sudah berlalu (.)

Seharusnya sih masalalu adalah menjadi catatan hidup sebagai cermin menuju masa depan , tapi realitanya aku masih tengelam dalam masalaluku , saat ini aku mencoba berenang menuju tepi masa depan tapi rasanya sangat berat aku bagaikan botol pelastik yang sudah di isi batu lalu terlempar ke lautan dan tenggelam tentunya sangat sulit bukan untuk naik kepermukaan, perumpamaan lain deh aku bagaikan seseorang tidak bisa berenang yang terlempar kelautan tanpa pelamung sungguh ironis berusaha berenang sendirian :(
dari tadi bicara perumpamaan terus...

"aku bagaikan"

aku bagaikan"

siapa sih yang peduli....

Tapi bagaimanapun keadaanku saat ini aku berusaha untuk tetap tersenyum terlihat bahagia dan bersyukur atas segala yang pwenah terjadi kepadaku , tanpa adanya perjalanan masalalu tak akan ada diriku yang saat ini.

Yaa... suatu kesedihan atau kesakitan pun bagiku sangat berharga karna itu akan menjadi satu halaman dalam jalan cerita hidupku dan disebutlah peroses pendewasaan , mungkin tanpa hadirnya suatu kesedihan kesakitan dalam sekala besar takan merubah tingkat kedewasaanku, aku stay di tempat menjadi wanita yang tidak tau apa-apa

Bagaimana mencintai...

Bagaimana berkorban...

Bagaimana kerasnya kehidupan....

?

ya... itu dia alasan mengapa aku sangat menghargai masalaluku bahkan sangat mencintai masalaluku

hisup bukan hanya selembar kertas , tetapi bisa berlembar-lembar, bahkan bisa lebih dari satu bab dan berjilid-jilid. nah ketika aku menemukan lembaran yang aku tidak sukai atau tak sesuai harapan aku takanan menyobeknya semua itu bukan akhir karna masih ada lembar berikutnya yang siap aku isi.

hmmmm ngomong apa yah aku ini ,,,,

kesedihan apa ???

kesakitan apa???

"semuanya karana suatu kebahagiaan yang tak di restui untuk aku terus merasakanya oleh sang pe ncipta"

( yang memberi kebahagiaan padaku)

sang pencipta memberikan TEMBOK BESAR dalam kebahagiaanku .

saat itu mungkin aku mengganti kalimatnya menjadi "' sang pencipta memberikan tembok besar dalam kebahagiaan ku dengannya'''

mengapa tuhan mengapa aku selalu berdoa agar tembok besar itu bisa runtuh tapi engkau memberikan kekuatan sangat besar ke pada tembok itu. sehimngga aku dengannya tak bisa meruntuhkan aku berhatap kami masih bisa mendakinya untuk melanjutkan kebahagiaan kami dan ternyata tembok itupun terlalu tinggi , sampai akhirnya akupun dibiar kannya menunggu ia untuk mengoba berusaha meruntuhkannya sendiri aku bersabar , menunggu, terus berharap bahwa engkau akan berpihak kepada kami... dan membiarkan tembok itu runtuh, untuk kami lewati meneruskan kebahagiaan kami , jujur.. situasi saat itu membuat kebahagiaan kami terhenti , membuatku sangat sedih tidak ada lagi komunikasi senyaman dahulu, jarang ku dengar rayu manisnya, pujian (gombalnya) yg setiap keluar kata_kata itu aku selalu berkata " dasarrr gembel gomballl :)" tapi sebenernya aku seneng.. dia gitu yg aku tau dia itu cowok dingin, gak ada lagi kata penghatar tidurnya ,candaan manjanya, semua itu tak terasa lagi. Tapi aku mengerti mengapa semua itu harus terjadi, setiap ada sedikit celah dia bertanya bagaimana keadaanku, aku menjawab dengan dusta putih ku aku ingin dia tetap semangat menjalani semua , aku selalu bersikap tenang dan mengatakan

"aku baik-baik saja"

"aku bahagia"

"dan aku mengerti"

aku tak akan menjelaskan apa yg sebenernya aku rasakan karna diapun tau dan merasakanya.

semua itu aku lakukan karna cintaku kepadanya yang begitu besar sampai-sampai aku lebih mencintai ia daripada diriku sendiri,aku ingin menajaga kebahagiaan yang pernah aku bangun dengannya , sungguh ironis dalam perjalanan cerita cintaku dengannya selama itu begitu mulus tak pernah ada masalah atau pertengkaran besar antara aku dengannya semuanya harmonis dan sungguh membanggakan , bahkan aku bangga-banggakan di depan orang-orang terdekatku tentang hubunganku dengannya yang begitu berlimpah dengan kebahagiaan serasa aku dengannya sangat saling melengkapi tak pernah ada kejadian cemburu besar yang membuat pertengkaran di antara kami bukan karna kami tak ada rasa tapi karna kami begitu mengerti satu sama lain walaupun ada kecemburuan kecil di hubungan aku denannya kami anggap sebagai pemanis sijalan cerita cinta kami.

Ss..tSs..t
hmmmm cape ah ngetiknya and udah cape jalan-jalan ke masalalunya jadi BERSAMBUNG aja ;p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Facebook Comments