Sahabat dan cinta
22 Juni 2013 pukul
13:28
Tiba-tiba saja
gelas itu terjatuh dari genggaman Rexa yang merenggang dan pecah menjadi
serpihan-serpihan kecil dilantai kamarnya. Sebenarnya bukan kali ini saja dia
mebeli gelas untuk dipecahkan seperti itu bahkan hampir setiap hari. Hal ini
disebabkan oleh dirinya sendiri yg kecanduan obat peringan sakit kepala dan
serbuk suplemen vitamin C yang biasanya digunakan bagi orang yg p[anas dalam.
Setelah meminum serbuk itu tubuhnya akan terasa segar bugar and kepalanya akan
terasa lebih ringan. Pengonsumsiannya sangatlah ekstrim, takaran yg paling
sering digunakanya adalah sepuluh serbuk untuk satu gelas air dan setiap harinya
ia bisa minum sampai 10 gelas.
Rexsa mengetahui bahwa ini bisa sangat berbahaya untuk dirinya, pernah Rexsa mencoba untuk berhenti atau tidak meminumnya tapi satu hari saja ia tidak meminum tubuhnya terasa sangat lemas and kepalanya seperti mau pecah, dan usaha rexa pun sia sia ia tak tahan dengan kondisi itu kemudian ia kembali kekebiasaan buruknya, sempat ia menanyakan kedokter tentang penyakitnya itu and ia diberi obat namun ia merasa obat yg menjadi kebiasaannya lebih cocok and lebih membantunya dari pada resep dari dokter, Rexsa ini tercatat sebagai orang yg paling banyak over dosis dalam sebulan saja ia bisa sampai tiga kali over dosis, tapi Rexa juga selalu selamat nyawanya.
Sudah hampir lima menit setelah ia menjatuhkan gelas itu, tetapi rexsa belum juga tersadar dari pengaruh suplemen itu. Biasanya hanya dua menit atau bahkan kurang ia sudah tersadar dan badanya kembali segar bugar, tapi kali ini sudah lebih dari lima menit namun tak ada gerakan sedikitpun. Mungkin inilah yg sering ditakutkan oleh teman-temannya yaitu OVER DOSIS.
Thok.. thok.. thokk
Suara ketukan pintu menggama dari luar kamar rexa itu menggema diruangan, lalu ketukan pintu itu semakin dipercepat oleh sang gadis yang dari tadi memasang wajah khawatir dibalik pintu kamar rexa yang tak kunjung dibuka itu " rexa, tolong buka pintunya ! rexa kau mendengar aku? rex tolonglah aku khawatir padamu" treak gadis itu sambil menggedor gedor kamar. Tapi rexa tetap saja taksadarkan diri tubuhnya membengkuk karna kepala dan badanya bersandar pada meja santainya, lalu perlahan keluar cairan putih seperti air liur dari mulutnya yg kemudian mebasahi meja kesayangannya.
Sedangkan diluar gadis itu taklagi menggedor gedor ataupun mencoba mendobrak krna ia tau batas kemampuannya
kini ia bergegas menekan sebuah tombol nomer diponselnya lalu memanggilnya "hallo, bisa bicara dengan alex?" kata gadis itu pada seseorang diujung sana yg menerima telfonnya "sebentar bapa panggilkan alex nya dulu yaa"
"ada apa sin?" ujar seseorang pemuda bernama alex.
"bisakah kamu kesini, ke kosan rexa.. ada yg tidak beres dengannya mungkin ia over dosis lagi. CEPAT!"
"jadi dia meminamu suplemen itu lagi, Bodoh! okey aku akan kesana secepat aku bisa"
Lalu sambungan telfon pun terputus, gadis itu hanya bisa pasrah bersandar dipintu kamar rexa dan sesekali menegakan badannya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara decitan ban mobil lalu seorang pemuda dengan berpakaian serba hitam keluar mobilnya dan berlalri menghambur kedalam kosan rexa "sin, sindy" treakan pemuda itu berlari kearah kamar rexa, "ada apa sin, rexa mana?" mengetahui kedatangan temannya gadis itu langsung bangkit "dia ada didalam kamar dari tadi aku gedor gedor tak ada jawaban, kamu tau kan apa yg harus kamu lakukan?"
"jangan khawatir tolong minggir dulu!" dengan langkah cepat ia menghujamkan kaki kananya ke arah pintu kamar rexa
Brrrruuukkk...
tiba tiba saja pintu itu terlepas dari dinding dan jatuh dengan sangat kerasnya, lalu dengan sangat cepat alex disusul dengan sindy dibelakangnya menghampiri rexa yg masih tak sadarkan diri "rexa sadar! rex sadarlah.. wah kayanya dia over dosis lago lex" ujar sindy sambil mengguncang guncang tubuh rexsa "dan kali ini nampak lebih parah daripada minggu kemarin apa dia masih.."
"dia masih bernafas ayo cepat kita bawa dia kerumah sakit" potong sindy sambil mencoba menegakan badan rexa yg lunglai lemas tak sadarkan diri itu
Lalu mereka mecoba membawa rexsa kedalam mobil alex, dengan kecepatan maksimum mereka segera sampai dirumah sakit, rexsa langsung dimasukan keruangan UGD sementara alex dan sindy hanya bisa harap harap cemas menunggu didepan ruangan dokter dan suster menangani sahabatnya itu. Alex mungkin sedang pusing sembari tadi setelah rexa dimasukan ke UGD tak henti hentinya alex memegangi kepala sementara sindy terus mondar mandir didepan ruangan itu mungkin karna rexa adalah sahabat terbaik mereka, mereka sudah kenal lama dari smp, sma and sampai sekarang mereka mengejar pendidikan diperguruan tinggi pun selalu bersama. Mereka bertiga bersahabat dengan baik, susah senang selalu bersama. Walau bersahabat ternyata tersimpan rasa cinta dantara mereka. Terutama antara rexsa dan sindy yang saling mengetahui bahwa mereka saling suka, tapi demi untuk menjaga pershabatan mereka bertiga sindy dan rexa lebih memilih memendam perasaan mereka tersebut. Tanpa sepengetahuan rexa dan sindy ternyata alex juga menyinmpan perasaan cinta kepada sindy, lagi lagi karna tidak ingin merusak ikrar persahabatan alex juga menyembunyikan perasaan itu
Rexsa mengetahui bahwa ini bisa sangat berbahaya untuk dirinya, pernah Rexsa mencoba untuk berhenti atau tidak meminumnya tapi satu hari saja ia tidak meminum tubuhnya terasa sangat lemas and kepalanya seperti mau pecah, dan usaha rexa pun sia sia ia tak tahan dengan kondisi itu kemudian ia kembali kekebiasaan buruknya, sempat ia menanyakan kedokter tentang penyakitnya itu and ia diberi obat namun ia merasa obat yg menjadi kebiasaannya lebih cocok and lebih membantunya dari pada resep dari dokter, Rexsa ini tercatat sebagai orang yg paling banyak over dosis dalam sebulan saja ia bisa sampai tiga kali over dosis, tapi Rexa juga selalu selamat nyawanya.
Sudah hampir lima menit setelah ia menjatuhkan gelas itu, tetapi rexsa belum juga tersadar dari pengaruh suplemen itu. Biasanya hanya dua menit atau bahkan kurang ia sudah tersadar dan badanya kembali segar bugar, tapi kali ini sudah lebih dari lima menit namun tak ada gerakan sedikitpun. Mungkin inilah yg sering ditakutkan oleh teman-temannya yaitu OVER DOSIS.
Thok.. thok.. thokk
Suara ketukan pintu menggama dari luar kamar rexa itu menggema diruangan, lalu ketukan pintu itu semakin dipercepat oleh sang gadis yang dari tadi memasang wajah khawatir dibalik pintu kamar rexa yang tak kunjung dibuka itu " rexa, tolong buka pintunya ! rexa kau mendengar aku? rex tolonglah aku khawatir padamu" treak gadis itu sambil menggedor gedor kamar. Tapi rexa tetap saja taksadarkan diri tubuhnya membengkuk karna kepala dan badanya bersandar pada meja santainya, lalu perlahan keluar cairan putih seperti air liur dari mulutnya yg kemudian mebasahi meja kesayangannya.
Sedangkan diluar gadis itu taklagi menggedor gedor ataupun mencoba mendobrak krna ia tau batas kemampuannya
kini ia bergegas menekan sebuah tombol nomer diponselnya lalu memanggilnya "hallo, bisa bicara dengan alex?" kata gadis itu pada seseorang diujung sana yg menerima telfonnya "sebentar bapa panggilkan alex nya dulu yaa"
"ada apa sin?" ujar seseorang pemuda bernama alex.
"bisakah kamu kesini, ke kosan rexa.. ada yg tidak beres dengannya mungkin ia over dosis lagi. CEPAT!"
"jadi dia meminamu suplemen itu lagi, Bodoh! okey aku akan kesana secepat aku bisa"
Lalu sambungan telfon pun terputus, gadis itu hanya bisa pasrah bersandar dipintu kamar rexa dan sesekali menegakan badannya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara decitan ban mobil lalu seorang pemuda dengan berpakaian serba hitam keluar mobilnya dan berlalri menghambur kedalam kosan rexa "sin, sindy" treakan pemuda itu berlari kearah kamar rexa, "ada apa sin, rexa mana?" mengetahui kedatangan temannya gadis itu langsung bangkit "dia ada didalam kamar dari tadi aku gedor gedor tak ada jawaban, kamu tau kan apa yg harus kamu lakukan?"
"jangan khawatir tolong minggir dulu!" dengan langkah cepat ia menghujamkan kaki kananya ke arah pintu kamar rexa
Brrrruuukkk...
tiba tiba saja pintu itu terlepas dari dinding dan jatuh dengan sangat kerasnya, lalu dengan sangat cepat alex disusul dengan sindy dibelakangnya menghampiri rexa yg masih tak sadarkan diri "rexa sadar! rex sadarlah.. wah kayanya dia over dosis lago lex" ujar sindy sambil mengguncang guncang tubuh rexsa "dan kali ini nampak lebih parah daripada minggu kemarin apa dia masih.."
"dia masih bernafas ayo cepat kita bawa dia kerumah sakit" potong sindy sambil mencoba menegakan badan rexa yg lunglai lemas tak sadarkan diri itu
Lalu mereka mecoba membawa rexsa kedalam mobil alex, dengan kecepatan maksimum mereka segera sampai dirumah sakit, rexsa langsung dimasukan keruangan UGD sementara alex dan sindy hanya bisa harap harap cemas menunggu didepan ruangan dokter dan suster menangani sahabatnya itu. Alex mungkin sedang pusing sembari tadi setelah rexa dimasukan ke UGD tak henti hentinya alex memegangi kepala sementara sindy terus mondar mandir didepan ruangan itu mungkin karna rexa adalah sahabat terbaik mereka, mereka sudah kenal lama dari smp, sma and sampai sekarang mereka mengejar pendidikan diperguruan tinggi pun selalu bersama. Mereka bertiga bersahabat dengan baik, susah senang selalu bersama. Walau bersahabat ternyata tersimpan rasa cinta dantara mereka. Terutama antara rexsa dan sindy yang saling mengetahui bahwa mereka saling suka, tapi demi untuk menjaga pershabatan mereka bertiga sindy dan rexa lebih memilih memendam perasaan mereka tersebut. Tanpa sepengetahuan rexa dan sindy ternyata alex juga menyinmpan perasaan cinta kepada sindy, lagi lagi karna tidak ingin merusak ikrar persahabatan alex juga menyembunyikan perasaan itu
Beberapa kali sindy menahan perasaannya, namun usahanya sia sia butiran butiran bening jatuh membasahi pipinya, menangisi sahabat yg dicintainya sedang terancam nyawanya. Dengan sifat prianya, melihat sahabatnya menangis, dipeluknya dengan lembut "sudah sin kita bantu rexa dengan doa saja Allah pasti memberikan yg terbaik untuk rexa" prlahan mengusap air mata sindy dengan tangan kanannya " aku ga bisa bayangin kalo rexa pergi nanti untuk selamanya.." kata sindy sesengguk karna tangisannya "kita serahin kpada Allah saja sin"
Detik-detik waktu yg dilalui dokter itu terasa cepat sementara untuk alex dan sindy terasa sangatlah lama hingga setiap detiknya jadi sangat menegangkan mungkin karna perasaan risau mereka kepada sahabatnya. Tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan keluar seorang dokter dengan memakai baju putih khasnya
Seperti tersengat sesuatu melihat dokter itu keuar mereka langsung bangkit "bagaimana keadaan teman saya dok,?" tanya alex tergagap
"dia baik baik saja kan do,?" tambah sindy dengan wajah khawatir, tapi dokter itu hanya terdiam kemudian membuka kaca matanya dan mengeluarkan sapu tangannya untuk mengelap air mata yg tiba tiba keluar dari matanya dan dokter itu menggeleng pelan "tidak, ini tidak mungkin dokter bohongkan?" treak sindy sambil mengguncang guncang bahu sang dokter
"ini tidak mungkin.. rexa belum.."
"sin sudah sudahlah kita harus menerima ini" tutur lirih alex sambil melepaskan tangan sindy yg mencengkram bahu dokter itu. Lalu dengan semua kesedihannya sindy memeluk alex erat dan menangis pilu, alex pun tak bisa menahan perasaannya lagi kemudian pipinya pun basah oleh butiran butiran bening
"maaf kami, saya sebagai dokter sudah berusaha, namun ternyata tuhan berkhendak lain saya sebagai dokter turut berduka cita" dokter itu memasukan kembali sapu tangannya dan memakai kembali kacamatannya, kemudian ia perpaling dan pergi. Tinggalah dua insan manusia yg saling merengkuh tubuh satu sama lain untuk saling menguatkan diri mereka atas kenyataan ini. Karna mungkin tuhan telah merencanakan hal lain untuk sahabat mereka rexa yaitu hidup lebih cepat dikeabadian sana
perlahan alex melepaskan pelukan sindy, lelaki dengan wajah tampan itu menatap wajah sindy dengan penuh arti. Tiba tiba saja sindy merengkuh kembali tubuh alex dengan erat, dan alex pun diam saja karna mengetahui perasaan sahabatnya saat ini.
"kamu harus janji nggak akan ninggalin aku!" sahut sindy ditengah tengang isak tangisnya
"ya aku janji sin, aku juga ga akan ngingkarin janjiku karna ini juga janjiku pada sahabatku rexa, ia pernah beramanat harus menjagamu jika ia tiada"
"terimakasih"
Pagi ini adalah pagi penuh duka langit muram diatas sana seakan ikut berduka pula, daun daun kering berterbangan dan hawa dingin mulai menyelimuti pemakaman itu, banyakorang yg menyaksikan pemakaman itu. Tangisan tangisan sedihpun mulai terdengar samar samar yang menghantarkan suara lirih ug membuat hati peruh hingga tanpa sadar yg mendengarnya pun ikut meneteskan air mata.
Sindy tampak lebih tegar sekarang dan mungkin telah merelakan sahabatnya itu pergi untuk ke kehidupan abadi. Tapi sindy tanpa sadar kembali meneteskan air matanya yg kini butiran butiran bening itu jatuh ditanah merah yg penuh taburan bunga
Mungkin bumipun ikut bersedih perlahan tetesan air mata bumi jatuh membasahi tanah pemakaman yg gersang, lama semakin lama hujan rintik pun turun..
semua orang yang datang kepemakaman itupun mulai beranjak pergi, kecuali seseorang dari kejauhan makam yg tersenyum jahat melihat pemakamaman itu, ia memakai jas hitam panjang yg bawahnya robek robek dan jeans hitam kalem yang ujungnya menutupi sepatu butsnya "akhir kehidupanmu adalah awal dari kebahagiaan2ku rexa" ujar seseorang itu sambil membuka kacamata hitamnya, lalu menelepon seseorang "kerja anda bagus, saya senang bisa berkerja sama dengan dokter nanti uangnya saya trasfer" kata orang misterius itu berkata pada seseorang diujung sana yg menerima telfonnya "saya juga senang bisa berbisnis dengan anda, semoga anda selalu diberkahi Tuhan Yang Maha Esa" hubungan mereka terputus, lalu seseorang misterius itu memasukan poselnya ke jas dan kembali memakai kacamata hitamnya kemudian pergi meninggalkan pemakaman itu.
Bersambuung..... hmmmmmmmm pegel ngetiknya sih ada yg bisa nebak siapa seseorang misterius itu yg merencanakan pembunuhan si Rexa?? so komentanya yah :)
jangan komen kalo cuma mau bilang pegel bacanya dilarang keras hehehe :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar